Upcycling - 포어시스
close

Waves are inspiring not because they rise and fall, but because each time they fall they never fail to rise again.
– Ralph Waldo Emerson

UPCYCLING

Sekitar 90% limbah laut terdiri dari plastik. Setelah diproduksi, plastik tidak membusuk secara alami. Kalau kita membiarkan, terurai kecil dan mengacaukan ekosistem laut; Partikel kecil ini diserap dan tertempel oleh mahluk hidup di laut dan mengakibatkan kematian mahluk di laut.

Limab laut bercampur dengan berbegai limbah dan tertempel salinitas dan mahluk laut. Oleh karena itu, menghabiskan biaya besar untuk klasifikasi dan pengolahan pasca (5.6 kali daripada sampah darat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 2016) jadi rasio mendaur ulangnya sangat rendah. Lingkungan ini membiarkan limbah laut dan meniadakan limbah yang dipungut dengan membakar api tanpa diskriminasi.

Korea adalah satu-satunya negara yang boleh membuang limbah laut ke laut tanpa diskriminasi di seluruh dunia. Jumlah styrofoamnya terbesar di seluruh dunia digunakan untuk budi daya dan dibuang tanpa tanggung jawab. Bahkan, limbah laut yang dikeluarkan dari muara sungai secara random dan Cina, yaitu negara membuang limbah laut terbanyak di dunia dan Asia-Tenggara adalah kekhawatiran besar kami.
Up-cycling yang membawakan nilai tambah seperti ini akan menjadi tenaga penggerak untuk aktivitas yang membersikan laut melalaui memungut sampah secara aktif. Foresys berusaha untuk memperoleh hak paten dan menyiapkan berbagai proyek upcycling bersama grup ahli dalam negeri dan luar negeri. Kami memberitakan kabar proyek senang dalam waktu pendek.

EPC yang Didaur Ulang – Surfboard Blanks, Marko Foam (https://markofoamblanks.com)

Tutupan Plastik yang Didaur Ulang – Leisure Equipment, Five-oceans (http://five-oceans.co/)

Partners